Dari pecandu alkohol sampai di sembuhkan Tuhan
Pada saat aku berumur 14 tahun,saat itu saya baru lulus Sltp N.5.tombatu, Minahasa - sulut.Ibuku menyuruh aku supaya sekolah diluar kampung,akhirnya aku mengikuti perkataan ibuku umtuk sekolah diluar kampung,Saya waktu itu belum mengerti tentang pacar, alkohol,pergaula, atau dibilang ( katro )
Bulan pertama saya, saya jalanin dengan bagus tidak pernah bolos sekolah tidak pernah halangan, namun bulan yang kedua saat itu saya sudah mulai berpengaruh teman saya dia panggil saya untuk bolos kalau saya tidak ikut pasti akan dihajarnya, dengan terpaksa saya turuti. Suatu saat waktu kami bolos temanku itu menyuruh aku untuk ikut dia ke warung, sampai disana akhirnya dia menyuruh aku untuk minum minuman keras ( Alkohol ).
Dengan singkat cerita berawal dari situ akhirnya saya sudah jadi pecandu alkohol, suka berantem sampai sekolahku aku sudah lupain, setiap hari saya selalu bolos, masuk sekolah selalu mabuk dan saat itu pun saya tidak memikirkan siapa Tuhan itu. dengan singkat cerita saya putuskan untuk berhenti di sekolah itu, karena saya sudah berpikir kalau saja saya tidak sekolah di sekolah itu,maka kehidupan ku saat itu tidak akan menjadi orang jalanan.
Singkat cerita saya sudah balik di kampung halaman tapi saya masih pengaruh dengan teman teman, dan saya mengajak temanku untuk minum, saat itu juga saya beru diterima di SMA 1 Tombatu, minahasa tenggara - sulut.Setiap saya masuk sekolah selalu hanya diam di kelas 30 menit setelah itu saya bolos untuk melakukan apa yang dilarang Tuhan.karena setiap hari kayak gitu akhirnya saya putuskan lagi untuk berhenti di sekolah tersebut.
dari kejadian itu hidup saya lebih kacau, saya nekerja di bengkel motor setiap penghasilanku selalu saya hamburkan uangnya untuk membeli munuman keras sampai saya jadi perokok berat, setiap hari saya merokok 3-4 bungkus rokok dan kalau tidak ada uang untuk beli rokok saya meminjam uang di teman saya untuk beli rokok
Dari sini saya mulai dekat dengan Tuhan
Pada saat paskah bulan agustus tahun 2006, sebelumnya saya minum dengan teman saya karena saat itu aku sama dia ( teman cowok ) baru saja berkenalan dan pertemanan kami baru menginjak 1 bulan, di saat malam itu kami berpesta pora minum-minum alkohol sampai akhirnya saya tidur di tempat temanku, Temanku itu Bernama ( Arther Mokosolang . Malam itu kami bercanda dengan luar biasa sampai matahari terbit kami pikir masih malam. Setelah itu saya pulang keruma dan beratifitas dengan biasanya pergi kebengkel tempat bekerjaku, waktu-demi waktu tidak kerasa sudah malem saya pulang, Mandi ganti baju dan keluar. Di jalan saya bertemu dengan saudaraku namanya ( Stenly Munaiseche ) dia mengajak aku untuk pergi ke suatu tempat dan aku ikut,eh ku lupa malam sebelumnya aku sama temanku (Arther ) ada janian untuk bertemu di teman cewek aku untuk aku jodohin dengan dia, lanjut cerita setelah saya denga saudaraku berjalan sekitar pukul 09.00 malam saudara saya panggil untuk ikut dengan dia untuk ramaikan acara dancer keasikan dancer tidak kerasa sudah pukul 11.00 malam kami bergegas pulang.
Di jalan kami bercanda dengan saudaraku dan teman sltp ku. Teman baiku tiba tiba dari arah berlawanan kami melihat ada motor baru saja di tikungan! belum saja lurus motornya sudah terangkat bola depannya sekitar tinggal 200 Meter dari kami motornya kecelakaan. Saat itu saya melihat orang yang membawa motor kepalanya kena 2lobang di tengah jalan jarak ke dua lobang itu sekitar 10 Meter.Setelah motornya berhenti Saya lihat ternyata orang yang berboncengan itu teman dekat saya juga di bengkel motor dia terlempar sekitar 100 meter tapi mujizat tuhan dia hanya lecet kepalanya hanya bengkak dan tanganya terkelupas, tapi waktu kulihat motor itu berhenti ternyata temanku yang baru saja tidur bareng tadi malam yang celaka itu! saya waktu itu dari jauh hanya mengenal motornya saja karena setiap malam motor itu selalu aku pinjem, setelah lebih dekat aku ngak percaya teman yang pergaulannya baik pingsan di tempat dengan pendarahan kepala, dan kepalanya jadi seperti tomat di samping kiri dan kanankepalanya.
Saat itu juga saya jadi kayak orang gila dan juga hampir pingsan di tempat kecelakaan itu hanya diam duduk dan menangis , Dengan singkat cerita dia dibawa di rumah sakit pusat kami disana selama 1 hari 1 malam, kata dokter dia memang sudah parah, karena temanku yang satu katanya mau Ulangan sekolah maka kami putuskan untuk pulang dulu karena kami belum mandi dan baju kami masih berdarah karena bantu mengantarkan temanku ke rumah sakit. Waktu kami pulang teman kami masih hidup setelah kami pulang masih sekitar 300 meter di depan rumahnya, saya melihat rumah mereka sudah di atur dan sudah banyak orang. Setelah turun dari mobil temanku yang lain bilang bahwa kalau dia sudah meninggal dunia, begitu kagetnya aku dengar aku langsung menanggis dan berdoa Tuhan kalau kau menghidupkan dia lagi saya akan berhenti minum.
Dengan singkat cerita temanku memang ngak selamat dari maut dan besoknya saya ikut pemakamannya dan saya sangat sedih sampai saya waktu itu marah sama tuhan, singkat cerita setelah 2 bulan kejadian itu saya mendapat kerja di luar kampung dan dari situlah saya bergumul Tuhan tolong sembuhkan saya dari pecandu Alkohol ini, Saya setiap hari minum alkohol yang namanya ( cap tikus ) minuman asal minahasa, saya minum sampai mabuk 2 litre setiap nongkrong minum, Bulan 1 saya kerja tuhan belum menjawab, Bulan ke 2 belum juga dan sampai dengan bulan ke 6 tuhan belum menjawab. Saat itu hidupku lebih kacau dan saya selalu berdoa supaya saya bisa berhenti minum alkohol.
Di bulan ke 7 saya bekerja Tuhan memangilku datang ke bali melalui kakakku. Tanggal 20 Bulan November 2008 Akhirnya saya gajian lalu saya pulang kekampung hanya 3 hari kakak saya mengirim uang dan tiket untuk ke bali singkat cerita Tanggal 25 November 2008 saya sampai di Bali. Baru saja 6 jam di bali kakak saya mengajak aku ke suatu tempat saya ngak tau kalau mau ke gereja ibadah pemuda.
Dari sinilah saya terima Tuhan dan bertibat total berhenti dari segala sifatku yang dulu, dan saya sekarang sudah dibaptis selam. Disini aja kesaksian Sya semoga bermakna bagi Yang membacanya.
Jaini Munaiseche
0 komentar:
Posting Komentar